= Obat Alami Abe Toko Online Terpercaya - 08987773693: kesehatan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Tak Cuma Wanita, Pria Juga Bisa Orgasme Lebih dari Satu Kali

Surabaya - Sensasi orgasme berkali-kali umumnya lebih identik dengan wanita, padahal sebenarnya pria juga memiliki kesempatan untuk merasakan hal tersebut kala bercinta. Studi mengungkapkan bagaimana caranya.



Pada pria, orgasme seringkali disamakan dengan ejakulasi dan ereksi, padahal kenyataannya justru berbeda. Orgasme pada pria lebih dari sekadar ejakulasi. Oleh sebab itu, pria pun berkesempatan untuk memiliki multiple orgasm.

Kuncinya adalah dengan latihan kontrol ejakulasi. Dengan kemampuan ini, pria otomatis akan ereksi lebih lama sehingga mereka bisa menikmati momen bercinta lebih intens. Sebab seperti diketahui bahwa ketika seorang pria mengalami ejakulasi, ereksi perlahan akan menurun dan memasuki fase istirahat beberapa saat sebelum kemudian kembali ereksi.

Kemampuan kontrol juga membuat pria 'memilih' kapan waktu yang tepat untuk ejakulasi. Jika ejakulasi bisa terkontrol, maka sesi bercinta pun akan semakin panjang dan ketika kemudian ejakulasi dilakukan, maka peluang pria untuk mendapatkan orgasme ganda pun meningkat.

Seperti dikutip dari Your Tango, Minggu (14/4/2016), belajar teknik kontrol ejakulasi tak bisa secara instan dilakukan. Bahkan bisa memakan waktu hingga hitungan bulan. Namun proses belajar pengendalian ejakulasi diyakini dapat meningkatkan kualitas aktivitas seks pria.

Berbeda dengan pria yang harus 'belajar' untuk mendapatkan orgasme ganda, maka wanita justru disebut-sebut memiliki 'bakat' dalam hal ini. Vivienne Cass, PhD, penulis buku The Elusive Orgasm mengatakan dari pengalamannya klinisnya, sepakat bahwa wanita memang 'berbakat' dalam hal ini.

"Bukan hanya wanita-wanita tertentu, tapi hampir semuanya, bahkan jika mereka tahu bagaimana caranya, mereka bisa sampai 5-7 kali orgasme berturut-turut dengan mudah," ungkapnya seperti dikutip dari Women's Health.

Sepakat dengan hal itu, dr Johannes Soedjono, MKes, SpAnd dari Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi dari RS AL Dr Ramelan, Surabaya menjelaskan karena kondisi fisiologisnya, wajar bila wanita bisa saja mengalami orgasme lebih dari sekali.

"Setelah mengalami orgasme, wanita tidak akan langsung mengalami penurunan gairah hingga ke titik terendah, melainkan hanya turun sedikit. Jika saat itu wanita diberi rangsangan kembali, meskipun hanya sedikit, maka kemungkinan besar ia bisa mengalami orgasme lagi. Inilah yang disebut sebagai multiple orgasme," terangnya kepada Obatalamiabe beberapa waktu lalu.


sumber : detik.com

Butuh Berapa Lama Mr.P Kembali ereksi usai Ejakulasi ? Ini Penjelasannya

Obatalamiabe.com - Beberapa pasangan ada yang memutuskan untuk melanjutkan sesi bercinta meski mereka sudah mencapai orgasme. Nah pada pria, butuh berapa lama agar penis bisa kembali ereksi lantas berejakulasi pasca mencapai orgasme pertama?


Butuh Berapa Lama Mr.P Kembali ereksi usai Ejakulasi ? Ini Penjelasannya
Butuh Berapa Lama Mr.P Kembali ereksi usai Ejakulasi ? Ini Penjelasannya

Diungkapkan urolog di Weill Cornell Medicine, Richard K Lee, MD, tidak seperti wanita, pria harus memperhitungkan periode refrakter mereka sebelum memutuskan untuk kembali berhubungan seks. Periode refrakter adalah waktu yang diperlukan pria untuk bisa terangsang, mengalami ereksi, orgasme, dan ejakulasi.

"Tidak seperti yang Anda lihat di film-film di mana pria bisa langsung 'on' kembali pasca ejakulasi dan bisa bercinta tiga sampai empat kali dalam beberapa jam. Itu tidak realistis sebab pria memiliki periode refrakter," tutur Lee, dikutip dari Men's Health.

"Kecuali Anda usia 14 tahun, mungkin butuh setidaknya satu atau dua jam untuk bisa ereksi kembali setelah mengalami ejakulasi," tambah Lee.

Baca juga: Pria Sulit Orgasme Seiring Bertambahnya Umur? Ini Penyebab dan Solusinya

Menurut review terbaru dalam Journal of Sexual Medicine, bahkan tidak ada data pasti berapa lama periode refrakter yang dibutuhkan pria. Namun, diperkirakan butuh waktu sekitar 30 menit sampai 24 jam, sesuai dengan usia si pria. Disebutkan, makin tua usia si pria, maka mereka butuh periode refrakter lebih lama.

Sampai saat ini pun dikatakan Lee belum diketahui pasti faktor apa saja yang memengaruhi cepat-lambatnya periode refrakter. Namun, beberapa penelitian menunjukkan hormon prolaktin yang muncul pasca orgasme dan bisa menghambat gairah serta ejakulasi juga memiliki pengaruh.

Faktor gaya hidup dikatakan Lee juga bisa berperan. Konsumsi alkohol atau terlalu sering masturbasi bisa saja membuat periode refraktur lebih lama. Namun, Lee menyarankan jika butuh waktu sampai berhari-hari untuk bisa kembali ereksi pasca ejakulasi terakhir, segeralah konsultasi ke dokter.

"Dokter bisa membantu mencari tahu apakah gaya hidup yang menghambat Anda untuk bisa ereksi kembali, atau ada faktor lain misalnya stres, konsumsi obat baru, serta kondisi kesehatan lain seperti penyakit kardioavskular yang memang bisa menyebabkan disfungsi ereksi," pungkas Lee.


Sumber : Detik.com

Saat Ejakulasi Dini Datanf Terlambat Ini Solusinya


Saat Ejakulasi Dini Datanf Terlambat Ini Solusinya
Saat Ejakulasi Dini Datanf Terlambat Ini Solusinya 



Surabaya - Ejakulasi pada pria tidak hanya datang terlalu cepat atau yang dikenal dengan ejakulasi dini, tetapi juga bisa datang terlambat. Pada kondisi ini, pria-pria butuh lebih banyak rangsangan untuk dapat mencapai klimaks.

Delayed ejaculation (ejakulasi tertunda) adalah suatu kondisi di mana dibutuhkan 'tambahan' rangsangan seksual bagi seorang pria untuk mencapai klimaks seksual dan melepaskan air mani dari penis (ejakulasi). Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda bahkan tidak dapat ejakulasi sama sekali.

Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda perlu rangsangan sex selama 30 menit atau lebih untuk mendapatkan orgasme dan ejakulasi, atau mereka mungkin tidak dapat ejakulasi sama sekali (anejaculation). Dalam bentuk yang paling umum dari ejakulasi tertunda, seorang pria tidak bisa mencapai orgasme selama hubungan seksual, tetapi dapat ejakulasi dengan rangsangan oral atau manual penis. Beberapa pria dapat ejakulasi hanya saat masturbasi.

Ejakulasi tertunda dapat terjadi sementara waktu atau malah menjadi masalah seumur hidup. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi tertentu kronis kesehatan, operasi dan obat-obatan. Atau mungkin disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan atau stres. Dalam banyak kasus, ejakulasi tertunda adalah karena kombinasi dari kekhawatiran fisik dan psikologis.

Berikut beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko pria mengalami ejakulasi tertunda, seperti dikutip "detikHealth" dari Mayo Clinic, Selasa (12/4/2016):

1. Usia, pria tua biasanya butuh waktu lebih lama untuk mencapai ejakulasi.
2. Kondisi psikologis, seperti depresi atau kecemasan.
3. Kondisi medis, seperti diabetes atau multiple sclerosis.
4. Perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat.
5. Obat-obatan, terutama antidepresan tertentu, obat tekanan darah tinggi atau diuretik.
6. Masalah hubungan, misalnya masalah komunikasi dengan pasangan.
7. Alkohol dan obat-obatan terlarang, terutama jika Anda adalah seorang pengguna narkoba jangka panjang atau peminum berat.

Komplikasi ejakulasi tertunda dapat mencakup hilangnya kenikmatan seksual bagi pria atau pasangannya, stres atau kecemasan tentang kinerja sex, masalah perkawinan atau hubungan karena kehidupan seks yang tidak memuaskan, ketidakmampuan membuat pasangan hamil (infertilitas laki-laki).


Sumber : Detik.com

Woow !! Saat Sama-sama Susah Klimaks, Penyebabnya Bisa Beda bagi Pria dan Wanita

Obatalamiabe.com - Ada banyak persepsi yang diyakini orang tentang kemampuan mencapai klimaks. Ada yang bilang itu tergantung dari kepercayaan diri, keterbukaan pikiran atau bahkan ukuran Mr.P dari pasangan.


Woow  !! Saat Sama-sama Susah Klimaks, Penyebabnya Bisa Beda bagi Pria dan Wanita
Woow  !! Saat Sama-sama Susah Klimaks, Penyebabnya Bisa Beda bagi Pria dan Wanita

Dengan begitu, ketika orgasme gagal terjadi, yang bersangkutan biasanya merasa bersalah. Namun penelitian terbaru mengungkap kemampuan orgasme seseorang sama sekali tidak ada kaitannya dengan anatomi, bahkan ini berada di luar kendali mereka.

Peneliti dari Mayo Clinic dan Indiana University School of Medicine memastikannya dengan melakukan analisis terhadap sejumlah studi tentang orgasme yang sudah ada. Pada pria, ternyata kuncinya hanya pada keseimbangan antara sistem saraf dan otaknya.

"Sederhananya, performa seks pria bergantung pada refleks yang mereka rasakan," jelas peneliti, Dr Jason Siegel seperti dilaporkan The Sun.

Baca juga:
Secara umum, lanjut Siegel, refleks ini bisa muncul karena dua sebab: fisik atau rangsangan langsung pada alat kelamin; dan psikis atau akibat dari rangsangan visual yang didapat pria karena melihat lekuk tubuh lawan jenisnya atau mungkin dari sumber lain seperti konten pornografi.

"Di antara dua itu, yang paling sering gagal adalah yang berkaitan dengan psikis," ungkap Siegel.

Wajar bila pria mengalami tekanan atau sedang depresi, biasanya kemampuannya untuk mencapai ereksi atau orgasme menurun.

Lalu bagaimana dengan wanita? Siegel mengungkapkan, sebelumnya sulit untuk benar-benar memahami mengapa mereka lebih sulit mencapai klimaks. Namun dari review yang dilakukannya, Siegel akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa orgasme wanita ditentukan oleh posisi yang digunakan saat berhubungan.

Rupanya, kebanyakan wanita baru bisa merasakan orgasme jika stimulasi diberikan pada dinding vagina bagian depan. "Makin dekat klitoris dengan dinding vaginanya, makin besar peluang seorang wanita untuk mencapai klimaks," katanya.

Itu berarti posisi seks di mana dinding vagina bagian depan terstimulasi akan menjamin besarnya peluang orgasme, seperti 'cowgirl' atau 'women on top' dan 'missionary'. Sedangkan doggy style dianggap sebagai posisi seks terburuk bagi wanita untuk mendapatkan orgasme.


Sumber ; Detik.com

Tanpa Lepas Pakaian, Cara Ini Bisa Tambah Kualitas Hubungan Sex

Obatalamiabe.com - Demi meningkatkan kualitas hubungan seksual pasangan suami istri (pasutri), tak melulu harus dengan cara-cara yang berbau sex. Sebab, dengan cara yang lebih melibatkan ikatan emosional juga bisa bermanfaat bagi kehidupan ranjang Anda.


Tanpa Lepas Pakaian, Cara Ini Bisa Tambah Kualitas Hubungan Sex
Tanpa Lepas Pakaian, Cara Ini Bisa Tambah Kualitas Hubungan Sex

"Bisa diibaratkan menelanjangi sisi emosional Anda dan pasangan bisa berdampak pada hubungan fisik yaitu hubungan di ranjang yang lebih baik. Sehingga, penting sekali menggali hal yang belum Anda ketahui tentang pasangan, supaya Anda lebih dekat dan mengenal dia lebih dalam lagi," kata psikolog sekaligus pendiri The Institute for Life Coach Training, Dr Patrick Williams, EdD, MCC, BCC.

Menurut Pat, coba kenali apa yang Anda tidak tahu dari pasangan sebelumnya. Ia menekankan jangan terlalu yakin bahwa setiap hal menarik dari pasangan sudah Anda ketahui. Sebab, Pat yakin saat orang menjalin asmara, kebanyakan hanya sisi terbaik dirinya yang ditonjolkan.

Ketika ingin mengetahui segala sesuatu tentang pasangan, Anda pun harus siap dengan hal-hal yang mungkin di luar ekspektasi misalnya keinginan si dia serta masa lalunya. Dalam menggali sisi lain si dia, usahakan untuk terus merasa penasaran, tanyakan kelanjutkannya pada si dia, dan dengarkan.

Baca juga: Survei sebut posisi bercinta ini bikin Gairah Sex Meningkat

"Tapi ingat pula bahwa tiap orang memiliki taraf privacy yang berbeda-beda. Jika memang si dia belum mau membagi hal-hal seputar dirinya yang Anda tidak ketahui, tidak perlu memaksa. Tetap dengarkan ia dan tanyakan lagi lain waktu," kata Pat memberi saran, seperti dikutip dari Your Tango.

Selain menggali sisi lain dari pasangan, jangan lupakan bahwa Anda pun harus mencintai diri sendiri. Sebab, Pat yakin akan sulit mencintai orang lain jika Anda belum mencintai diri sendiri. Pat mengatakan menyediakan me time menjadi salah satu cara agar seseorang bisa mengenal dan mencintai dirinya sendiri dengan SEX.

Berusaha untuk memaafkan diri sendiri menurut Pat juga penting agar Anda bisa lebih mencintai diri sendiri. Dengan memaafkan diri sendiri minimal Anda tidak terlalu menyalahkan diri sendiri. Kemudian, ketika ada masalah yang dialamoi, Pat menyarankan untuk terbukalah dengan pasangan sehingga semua masalah tidak Anda atasi sendirian.

"Saat Anda hendak melepaskan pakaian satu sama lain untuk bercinta, secara emosional Anda sudah lebih terbuka dengan pasangan. Ingat, keterbukaan, kedekatan, dan kenyamanan dengan pasangan berperan penting agar Anda bisa menikmati sesi bercinta. Saya pun kerap menyarankan klien utnuk melakukan e-motion yakni energi motion di mana Anda tidak mengabaikan apa yang dirasakan. Akui perasaan itu, terima, ungkapkan, dan pindahkan energi itu ke arah yang benar," pungkas Pat.

Sumber : detik.com

Ini Dia Khusus Wanita Kenalkan A-Spot, Jaminan Orgasme yang Intens Bagi Vagina Serviks Wanita




Ini Dia  Khusus Wanita Kenalkan A-Spot, Jaminan Orgasme yang Intens Bagi Vagina Serviks Wanita
Ini Dia  Khusus Wanita Kenalkan A-Spot, Jaminan Orgasme yang Intens Bagi Vagina Serviks Wanita
Obatalamiabe.com - Selain G-spot, ternyata masih ada satu titik lain yang dipastikan dapat memicu orgasme pada wanita. Titik ini mungkin tidak banyak diketahui orang. Namanya, A-spot.

A-spot sebenarnya adalah titik yang dikenal dengan anterior fornix. Letaknya di vagina bagian dalam, tepat di antara serviks dan kandung kemih. Posisinya persis berada di dinding anterior yang mulai menekuk ke atas.

Bila A-spot ini berhasil terstimulasi, maka lubrikasi pada vagina akan berlangsung dengan cepat, bahkan tanpa perlu foreplay sekalipun. Dan A-spot merupakan jaminan orgasme yang intens bagi wanita.

Namun sama halnya dengan G-spot, sebagian pakar tidak meyakini jika A-spot benar-benar ada. "Secara anatomis, saya belum pernah membuktikannya," tandas Mary Jane Minkin, MD, profesor obstetri dan ginekologi dari Yale School of Medicine.

Kendati begitu Minkin mengakui ada beberapa bagian pada vagina yang memiliki tingkat kepekaan lebih tinggi dari bagian lainnya. Persoalannya, dari sekian banyak bagian tersebut, ia tidak dapat menentukan yang mana yang bisa memicu orgasme panjang.

Pakar lain, Leah Millheiser, MD, direktur program kesehatan seksual wanita di Stanford University's School of Medicine, lebih percaya jika rangsangan yang dirasakan wanita di dalam Miss V sebenarnya adalah efek dari rangsangan pada saraf-saraf pada serviks yang memang bertanggung jawab pada munculnya orgasme, bukannya anterior fornix.

Baca juga: 5 Hal Yang Sering Dilakukan Saat Bercinta

Namun jika ingin mencoba sesuatu yang baru saat bercinta, tak ada salahnya pasangan mencoba mencari titik ini. Apalagi konon wanita yang mendapatkan orgasme akibat rangsangan pada A-spot mengaku klimaks yang dirasakan begitu intens dan bisa bertahan 20 detik lebih lama dari klimaks kebanyakan.

"Nampaknya hanya dengan 'membelai' titik ini, seorang wanita akan lebih cepat 'basah'. Karena titik ini terdiri atas beberapa jaringan yang sensitif yang cepat sekali terlubrikasi ketika dirangsang," kata konselor seks, Ava Cadell, PhD seperti dikutip dari Men's Health, Rabu (6/4/2016).

A-spot, lanjut Cadell, bisa diperoleh dengan beberapa posisi seks, di antaranya missionary. Ada baiknya jika suami meletakkan bantal di bawah punggung istri agar Mr P-nya bisa menjangkau serviks saat penetrasi dilangsungkan.

Namun Cadell juga berpesan, karena letak A-spot yang dalam, istri mungkin akan merasakan ketidaknyamanan ketika titik ini pertama kali dicari. Tetapi jika ketidaknyamanan ini berlangsung secara terus-menerus, sebaiknya titik ini diabaikan saja.


sumber : http://health.detik.com

Cara Membaca Tabel Gizi Pada Makanan Bernutrisi Tinggi




Cara Membaca Tabel Gizi Pada Makanan Bernutrisi Tinggi
Cara Membaca Tabel Gizi Pada Makanan Bernutrisi Tinggi


Obatalamiabe.com - Butuh kejelian untuk membaca tabel gizi suatu produk makanan. Sebab tak semua produk memiliki kandungan sama seperti yang diiklankan.

Seringkali suatu produk menjual manfaat kesehatan seperti mengandung nutrisi tertentu yang diperlukan oleh tubuh. Padahal, tak semua produk dengan tambahan nutrisi sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Malah, ada produk yang zat tambahan gizinya tak bisa diserap dengan optimal oleh tubuh.

Leona Victoria APD, ahli gizi, menjelaskan kalau konsumen harus pintar menyikapi klaim kesehatan yang ada di bagian depan kemasan. Harus dicocokkan dengan tabel nilai gizi yang ada di belakang kemasan.

“Yang penting adalah melihat daftar komposisi dan tabel nilai gizi. Sayangnya, tak semua produk di Indonesia mencantumkan tabel nilai gizi dengan lengkap di bagian belakang produk,” ujar lulusan University of Sidney jurusan Master of Nutrition and Dietetics ini kepada Obat alami abe.com (4/4/2016).

Nah, sebagai konsumen tentunya Anda tidak ingin kecele bukan? Berikut tip sederhana memilih makanan:

1.  Membaca dari bagian depan kemasan makanan (Front of Pack/FOP)

- Carilah tanda atau klaim kalau produk tersebut mengandung nutrisi yang penting. Sebuah produk bisa saja mengandung bahan nutrisi tambahan yang banyak.

- Ketika memilih antara dua produk dengan klaim gizi yang sama, misalnya sama-sama mengandung tambahan vitamin B, cobalah cari tulisan yang mendukung produk tersebut. Misalnya tulisan ‘terbukti secara klinis’.

- Carilah pernyataan bahwa produk tersebut telah didukung oleh kelompok ahli medis. Bukan hanya oleh orang, selebriti, atau tokoh terkenal.

- Ketika sebuah produk mengklaim memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, ketahuilah kalau nutrisi berinteraksi dan bereaksi satu sama lain. Sehingga bisa jadi satu atau beberapa kandungan nutrisi yang ada malah tidak berguna atau tidak tersedia dalam produk tersebut.



2.  Membaca dari bagian belakang kemasan makanan (Back of Pack/BOP)

- Lihatlah tabel Informasi Gizi. Jika produk tersebut mengklaim memiliki vitamin dan mineral di halaman depannya (FOP) tapi Anda tidak menemukan bahan yang dimaksud dalam tabel Informasi Gizi, sebaiknya dihindari.

- Ketika membandingkan dua produk, lihatlah tabel Informasi Gizi kedua produk tersebut. Pilihlah produk yang menawarkan ‘bahan negatif’ lebih sedikit, seperti gula, sodium, Kolesterol, lemak jenuh, lemak trans, dan lemak total pada umumnya.

- Lihatlah daftar bahan baku. Jika sebuah produk menjanjikan manfaat dari sebuah bahan tertentu, misalnya kalsium, vitamin dan mineral, maka kedua bahan tersebut hendaknya tidak ditulis paling akhir dalam produk.

Jika ditulis paling akhir, maka komposisinya paling sedikit. Misalnya dalam sebuah kemasan biskuit tertulis, bahan baku : susu, tepung, gula, garam, minyak nabati, perisa coklat, kalsium, vitamin dan mineral. Keberadaan kalsium dan vitamin serta mineral yang ditulis terakhir menandakan kandungannya yang tidak signifikan.

- Baca juga Saran Penyajian. Semakin sedikit jumlah yang harus Anda konsumsi untuk mendapat manfaat dari nutrisi yang dikandung, maka semakin baik produk tersebut. Dari segi ekonomi juga lebih menguntungkan.

Misalnya, jika sebuah produk biskuit merekomendasikan tiga potong biskuit produknya untuk mendapat nutrisi sesuai anjuran, bandingkan dengan produk lain yang menyarankan lima potong biskuit.

Tentunya produk yang merekomendasikan tiga potong biskuit lebih menguntungkan bagi konsumen. Hanya dengan sedikit asupan biskuit, Anda mendapat manfaat maksimal. Anda juga tidak akan merasa terlalu kenyang untuk menyantap makanan lain.

- Ketika membandingkan jumlah nutrisi, pastikan Anda menggunakan unit pengukuran yang sama. Misalnya miligram dan gram. Beberapa perusahaan lebih senang menggunakan ukuran miligram untuk membuat produk mereka tampak kaya gizi.

- Cari tahu soal perusahaan yang membuat produk. Resep dari sebuah produk adalah rahasia. Produsen tidak akan begitu saja mengungkap secara spesifik formulanya. Pilihlah perusahaan yang Anda percaya memiliki standar tinggi dalam tahap proses, pengemasan, transportasi, dan penyimpanan makanan.

sumber : kompas.com

Pengobatan Diabetes Habiskan 33 Persen Biaya Kesehatan dari BPJS pada Tahun 2014 hingga 2016

Obatalamiabe.com -  Penyakit diabetes melitus termasuk dalam penyakit yang menghabiskan biaya kesehatan besar karena tidak bisa disembuhkan dan kerap menimbulkan komplikasi.

Besarnya pembiayaan kesehatan akibat diabetes terlihat dari klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga 2015.

Pengobatan Diabetes Habiskan 33 Persen
Pengobatan Diabetes Habiskan 33 Persen


diabetes dan komplikasinya termasuk penyakit katastropik yang menghabiskan 33 persen biaya kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan atau sekitar 3,27 triliun rupiah.

”Biaya itu mencakup pasien yang datang dengan kasus utama diabetes, komplikasi akibat diabetes, dan diabetes sebagai komorbiditas (penyerta) dari penyakit lain,” kata Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Togar Siallagan, seperti dikutip dari Harian Kompas (9/4/16).

Dari seluruh pasien diabetes, 382.680 orang berobat dengan penyakit utama diabetes atau diabetes sebagai penyakit penyerta. Sisanya, 430.693 pasien, berobat karena penyakit lain walaupun menderita diabetes. Mereka umumnya sudah mengalami komplikasi berbagai penyakit lain, seperti luka gangren, gangguan penglihatan, gagal ginjal, penyakit jantung, dan stroke.

Besarnya jumlah pasien diabetes dengan komplikasi, kata Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia Em Yunir, dipicu lemahnya kesadaran masyarakat mengontrol gula darah dan mengubah pola hidup meski kadar gula darahnya di atas normal. Masyarakat baru ke dokter setelah ada gangguan.

”Di fase awal, diabetes tidak menimbulkan gangguan sehingga banyak orang abai,” katanya.

Meski demikian, beban riil negara terhadap diabetes dipastikan jauh lebih besar dari Rp 3,27 triliun. Hingga 2015, baru 60 persen penduduk yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Masih banyak pasien diabetes yang membayar sendiri pengobatannya.

Selain itu, baru 30 persen penderita diabetes yang terdiagnosis. Itu pun belum semua mendapatkan pengobatan optimal.

Kondisi itu membuat pengeluaran kesehatan rata-rata pasien diabetes Indonesia sangat kecil. Tahun 2015, rata-rata pasien mengeluarkan 171 dollar AS atau Rp 2,2 juta. Itu jauh lebih kecil daripada pengeluaran rata-rata pasien diabetes dunia sebesar 1.622 dollar AS atau Rp 21,2 juta.

Susu Tanpa Lemak Ternyata Tak Lebih Sehat Yang Dikira Orang Jaman Sekarang






Susu Tanpa Lemak Ternyata Tak Lebih Sehat Yang Dikira Orang Jaman Sekarang
Susu Tanpa Lemak Ternyata Tak Lebih Sehat Yang Dikira Orang Jaman Sekarang
Obatalamiabe.com - Kandungan lemak yang tinggi dalam susu whole milk menjadi pertimbangan banyak orang untuk menghindari sumber protein ini dan menggantinya dengan susu rendah lemak atau pun tanpa lemak (skim milk).

Walau demikian, berbagai penelitian menunjukkan bahwa susu tanpa lemak pun ternyata tidak lebih sehat dari yang dikira. Bahkan, ada satu riset yang menyebut orang yang mengonsumsi susu whole milk memiliki berat badan lebih ramping dan juga risikonya terkena diabetes lebih rendah.

Studi terbaru yang dipimpin Dr.Dariush Mozaffarian menganalisa contoh darah 3.333 orang dewasa yang mengikuti Nurses Health Study of Health Professionals Follow-up Study dan diikuti selama 15 tahun.

Mereka menemukan bahwa orang yang cukup sering mengonsumsi tiga jenis produk turunan susu berlemak, memiliki risiko terkena diabetes 46 persen lebih rendah dalam periode studi, dibandingkan dengan yang jarang mengasup susu berlemak.

"Hasil studi ini bersama dengan penelitan sebelumnya bisa menjadi pertimbangan untuk mengubah rekomendasi tentang perlunya mengonsumsi susu rendah lemak saja," kata Mozaffarian.

Ia menambahkan, tidak ada bukti pada manusia bahwa orang yang mengonsumsi produk susu rendah lemak akan lebih sehat dibanding yang minum susu full-fat.

Susu biasa (whole milk) memang mengandung kalori tinggi. Karenanya para ahli berasumsi jika konsumsinya dihindari maka akan menurunkan risiko penyakit diabetes.

Tetapi, beberapa studi mengungkap bahwa orang yang mengurangi jumlah lemak yang diasupnya cenderung menggantinya dengan gula atau karbohidrat. Padahal, keduanya sama saja berdampak buruk bagi hormon insulin dalam tubuh dan akhirnya memicu diabetes.

Studi terpisah lainnya yang dimuat dalam American Journal of Nutrition juga menganalisa perbedaan 18.438 wanita yang mengasup susu tanpa lemak dan susu biasa. Hasilnya, mereka yang minum susu biasa ternyata risikonya kegemukan lebih rendah 8 persen.

Hasil-hasil penelitian itu menggambarkan bahwa anjuran untuk fokus pada satu nutrisi saja ternyata tidak tepat.

Ketika saran gizi mendorong orang untuk mengurangi lemak yang mereka asup, ternyata banyak orang justru mengompensasinya dengan menambah asupan karbohidrat. Padahal, di dalam tubuh karbohidrat ini akan diubah menjadi gula lalu lemak tubuh.

"Sangat penting memahami bahwa yang penting adalah makanan secara utuh, bukan hanya satu nutrisi tertentu. Konsumsilah berbagai jenis makanan, termasuk variasi susu," kata Mozaffarian.

Bagaimana mungkin orang yang mengonsumsi produk tinggi lemak seperti susu justru bisa terhindar dari diabetes? Ternyata penjelasnnya sederhana.

Mereka yang mengasup produk susu full lemak kemungkinan akan cepat merasa kenyang sehingga tidk perlu menambah kalori dari makanan mengandung gula.

Selain itu, lemak di dalam susu juga mungkin bekerja langsung ke sel, bekerja di liver dan otot untuk meningkatkan kemampuan memecah gula dari makanan. Lemak susu yang dipakai untuk membuat keju juga sudah terfermentasi sehingga mikroba di dalamnya bekerja baik dalam merespon insulin.

Sumber : http://health.kompas.com

Hal-hal yang Perlu Anda Ketahui Seputar Penutupan Pit dan Fisura Gigi Seputar Berita Kesehatan

Sidoarjo - Selain gosok gigi secara benar dan teratur, prosedur penutupan pit dan fisura gigi bisa dilakukan untuk mencegah gigi berlubang.

Pit adalah titik, sedangkan fisura adalah garis yang terdapat pada permukaan gigi geraham. Penutupan fit dan fisura dengan lapisan khusus merupakan upaya pencegahan karies pada gigi. 

Ini bukan prosedur baru, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui prosedur ini. Untuk jelasnya, berikut ini beberapa hal terkait penutupan pit dan fisura gigi:

1. Tidak Menggantikan Sikat Gigi

Memang benar, penutupan pit dan fisura bisa mencegah karies pada gigi. Sebab tidak akan membuat sisa makanan terjebak di dalam pit dan fisura. Meski demikian, bukan berarti prosedur ini membuat Anda tidak perlu menggosok gigi.
"Ini hanya melindungi gigi yang berpit dan fisura. Karena itu untuk menghindari masalah gigi dan mulut, pembersihan gigi tetap harus dilakukan," kata Ketua Panitia Kegiatan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) 'Penutupan Pit dan Fisura Gigi Terbanyak' drg Mochamad Fahlevi Rizal, saat ditemui di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) FKGUI, Jl Salemba Raya No 4 Jakarta Pusat, Minggu (20/3/2016).
2. Siapa yang Bisa Menjalani?
Prosedur ini bisa dijalani anak mulai usia 6-7 tahun yang mana mahkota giginya telah erupsi sempurna maupun orang dewasa yang punya risiko gigi karies akibat pit dan fisura yang dalam. Pit dan fisura yang dalam umumnya karena genetika.
Orang dewasa yang lama dirawat di rumah sakit ataupun menjalani radiasi karena penyakit tertentu, menurut dr Fahlevi, adalah yang termasuk berisiko sehingga perlu menjalani penutupan pit dan fisura. Namun bagi mereka yang giginya sudah berlubang maupun yang sudah ditambal biasanya tidak disarankan menjalani penutupan pit dan fisura
3. Gigi Mana yang Diberi Lapisan Penutup?
Pit dan fisura ditemukan di permukaan gigi geraham, sehingga prosedur penutupan pit dan fisura pun banyak dilakukan di gigi geraham. "Yang umum adalah gigi nomor 6. Tapi gigi nomor7 dan 8 juga mungkin," lanjut drg Fahlevi.
Menurut drg Fahlevi, prosedur ini sudah lama. Dia pun berharap ke depannya penutupan pit dan fisura bisa dilakukan di sekolah-sekolah secara periodik, bukan sekadar kegiatan menyikat gigi bersama saja.
"Ini sudah banyak dilakukan di beberapa negara," tambahnya.
4. Prosedur Singkat
Prosedurnya berjalan cukup singkat. Setelah pasien menjalani pembersihan gigi secara keseluruhan, penutupan pit dan fisura dilakukan dengan memberi pelapis khusus.
"Setelah bahan mengeras bisa langsung pulang. Mengeras paling dua menit saja. Ini rasanya asam seperti jeruk karena mengandung senyawa asam," lanjut drg Fahlevi.
Dengan ditutupnya pit dan fisura pada gigi geraham, maka bakteri tidak bisa mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan melalui sisa makanan yang tertinggal.

Sumber : detik.com