Surabaya - Sensasi orgasme berkali-kali umumnya lebih identik dengan wanita, padahal sebenarnya pria juga memiliki kesempatan untuk merasakan hal tersebut kala bercinta. Studi mengungkapkan bagaimana caranya.
Pada pria, orgasme seringkali disamakan dengan ejakulasi dan ereksi, padahal kenyataannya justru berbeda. Orgasme pada pria lebih dari sekadar ejakulasi. Oleh sebab itu, pria pun berkesempatan untuk memiliki multiple orgasm.
Kuncinya adalah dengan latihan kontrol ejakulasi. Dengan kemampuan ini, pria otomatis akan ereksi lebih lama sehingga mereka bisa menikmati momen bercinta lebih intens. Sebab seperti diketahui bahwa ketika seorang pria mengalami ejakulasi, ereksi perlahan akan menurun dan memasuki fase istirahat beberapa saat sebelum kemudian kembali ereksi.
Kemampuan kontrol juga membuat pria 'memilih' kapan waktu yang tepat untuk ejakulasi. Jika ejakulasi bisa terkontrol, maka sesi bercinta pun akan semakin panjang dan ketika kemudian ejakulasi dilakukan, maka peluang pria untuk mendapatkan orgasme ganda pun meningkat.
Seperti dikutip dari Your Tango, Minggu (14/4/2016), belajar teknik kontrol ejakulasi tak bisa secara instan dilakukan. Bahkan bisa memakan waktu hingga hitungan bulan. Namun proses belajar pengendalian ejakulasi diyakini dapat meningkatkan kualitas aktivitas seks pria.
Berbeda dengan pria yang harus 'belajar' untuk mendapatkan orgasme ganda, maka wanita justru disebut-sebut memiliki 'bakat' dalam hal ini. Vivienne Cass, PhD, penulis buku The Elusive Orgasm mengatakan dari pengalamannya klinisnya, sepakat bahwa wanita memang 'berbakat' dalam hal ini.
"Bukan hanya wanita-wanita tertentu, tapi hampir semuanya, bahkan jika mereka tahu bagaimana caranya, mereka bisa sampai 5-7 kali orgasme berturut-turut dengan mudah," ungkapnya seperti dikutip dari Women's Health.
Sepakat dengan hal itu, dr Johannes Soedjono, MKes, SpAnd dari Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi dari RS AL Dr Ramelan, Surabaya menjelaskan karena kondisi fisiologisnya, wajar bila wanita bisa saja mengalami orgasme lebih dari sekali.
"Setelah mengalami orgasme, wanita tidak akan langsung mengalami penurunan gairah hingga ke titik terendah, melainkan hanya turun sedikit. Jika saat itu wanita diberi rangsangan kembali, meskipun hanya sedikit, maka kemungkinan besar ia bisa mengalami orgasme lagi. Inilah yang disebut sebagai multiple orgasme," terangnya kepada Obatalamiabe beberapa waktu lalu.
sumber : detik.com
Tampilkan postingan dengan label kesehatan pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan pria. Tampilkan semua postingan
Saat Ejakulasi Dini Datanf Terlambat Ini Solusinya
![]() |
| Saat Ejakulasi Dini Datanf Terlambat Ini Solusinya |
Surabaya - Ejakulasi pada pria tidak hanya datang terlalu cepat atau yang dikenal dengan ejakulasi dini, tetapi juga bisa datang terlambat. Pada kondisi ini, pria-pria butuh lebih banyak rangsangan untuk dapat mencapai klimaks.
Delayed ejaculation (ejakulasi tertunda) adalah suatu kondisi di mana dibutuhkan 'tambahan' rangsangan seksual bagi seorang pria untuk mencapai klimaks seksual dan melepaskan air mani dari penis (ejakulasi). Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda bahkan tidak dapat ejakulasi sama sekali.
Beberapa pria dengan ejakulasi tertunda perlu rangsangan sex selama 30 menit atau lebih untuk mendapatkan orgasme dan ejakulasi, atau mereka mungkin tidak dapat ejakulasi sama sekali (anejaculation). Dalam bentuk yang paling umum dari ejakulasi tertunda, seorang pria tidak bisa mencapai orgasme selama hubungan seksual, tetapi dapat ejakulasi dengan rangsangan oral atau manual penis. Beberapa pria dapat ejakulasi hanya saat masturbasi.
Ejakulasi tertunda dapat terjadi sementara waktu atau malah menjadi masalah seumur hidup. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi tertentu kronis kesehatan, operasi dan obat-obatan. Atau mungkin disebabkan oleh penyalahgunaan zat atau masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan atau stres. Dalam banyak kasus, ejakulasi tertunda adalah karena kombinasi dari kekhawatiran fisik dan psikologis.
Berikut beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko pria mengalami ejakulasi tertunda, seperti dikutip "detikHealth" dari Mayo Clinic, Selasa (12/4/2016):
1. Usia, pria tua biasanya butuh waktu lebih lama untuk mencapai ejakulasi.
2. Kondisi psikologis, seperti depresi atau kecemasan.
3. Kondisi medis, seperti diabetes atau multiple sclerosis.
4. Perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat.
5. Obat-obatan, terutama antidepresan tertentu, obat tekanan darah tinggi atau diuretik.
6. Masalah hubungan, misalnya masalah komunikasi dengan pasangan.
7. Alkohol dan obat-obatan terlarang, terutama jika Anda adalah seorang pengguna narkoba jangka panjang atau peminum berat.
Komplikasi ejakulasi tertunda dapat mencakup hilangnya kenikmatan seksual bagi pria atau pasangannya, stres atau kecemasan tentang kinerja sex, masalah perkawinan atau hubungan karena kehidupan seks yang tidak memuaskan, ketidakmampuan membuat pasangan hamil (infertilitas laki-laki).
Sumber : Detik.com
Woow !! Saat Sama-sama Susah Klimaks, Penyebabnya Bisa Beda bagi Pria dan Wanita
Obatalamiabe.com - Ada banyak persepsi yang diyakini orang tentang kemampuan mencapai klimaks. Ada yang bilang itu tergantung dari kepercayaan diri, keterbukaan pikiran atau bahkan ukuran Mr.P dari pasangan.
Dengan begitu, ketika orgasme gagal terjadi, yang bersangkutan biasanya merasa bersalah. Namun penelitian terbaru mengungkap kemampuan orgasme seseorang sama sekali tidak ada kaitannya dengan anatomi, bahkan ini berada di luar kendali mereka.
Peneliti dari Mayo Clinic dan Indiana University School of Medicine memastikannya dengan melakukan analisis terhadap sejumlah studi tentang orgasme yang sudah ada. Pada pria, ternyata kuncinya hanya pada keseimbangan antara sistem saraf dan otaknya.
"Sederhananya, performa seks pria bergantung pada refleks yang mereka rasakan," jelas peneliti, Dr Jason Siegel seperti dilaporkan The Sun.
Baca juga:
Secara umum, lanjut Siegel, refleks ini bisa muncul karena dua sebab: fisik atau rangsangan langsung pada alat kelamin; dan psikis atau akibat dari rangsangan visual yang didapat pria karena melihat lekuk tubuh lawan jenisnya atau mungkin dari sumber lain seperti konten pornografi.
"Di antara dua itu, yang paling sering gagal adalah yang berkaitan dengan psikis," ungkap Siegel.
Wajar bila pria mengalami tekanan atau sedang depresi, biasanya kemampuannya untuk mencapai ereksi atau orgasme menurun.
Lalu bagaimana dengan wanita? Siegel mengungkapkan, sebelumnya sulit untuk benar-benar memahami mengapa mereka lebih sulit mencapai klimaks. Namun dari review yang dilakukannya, Siegel akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa orgasme wanita ditentukan oleh posisi yang digunakan saat berhubungan.
Rupanya, kebanyakan wanita baru bisa merasakan orgasme jika stimulasi diberikan pada dinding vagina bagian depan. "Makin dekat klitoris dengan dinding vaginanya, makin besar peluang seorang wanita untuk mencapai klimaks," katanya.
Itu berarti posisi seks di mana dinding vagina bagian depan terstimulasi akan menjamin besarnya peluang orgasme, seperti 'cowgirl' atau 'women on top' dan 'missionary'. Sedangkan doggy style dianggap sebagai posisi seks terburuk bagi wanita untuk mendapatkan orgasme.
Sumber ; Detik.com
![]() |
| Woow !! Saat Sama-sama Susah Klimaks, Penyebabnya Bisa Beda bagi Pria dan Wanita |
Dengan begitu, ketika orgasme gagal terjadi, yang bersangkutan biasanya merasa bersalah. Namun penelitian terbaru mengungkap kemampuan orgasme seseorang sama sekali tidak ada kaitannya dengan anatomi, bahkan ini berada di luar kendali mereka.
Peneliti dari Mayo Clinic dan Indiana University School of Medicine memastikannya dengan melakukan analisis terhadap sejumlah studi tentang orgasme yang sudah ada. Pada pria, ternyata kuncinya hanya pada keseimbangan antara sistem saraf dan otaknya.
"Sederhananya, performa seks pria bergantung pada refleks yang mereka rasakan," jelas peneliti, Dr Jason Siegel seperti dilaporkan The Sun.
Baca juga:
Secara umum, lanjut Siegel, refleks ini bisa muncul karena dua sebab: fisik atau rangsangan langsung pada alat kelamin; dan psikis atau akibat dari rangsangan visual yang didapat pria karena melihat lekuk tubuh lawan jenisnya atau mungkin dari sumber lain seperti konten pornografi.
"Di antara dua itu, yang paling sering gagal adalah yang berkaitan dengan psikis," ungkap Siegel.
Wajar bila pria mengalami tekanan atau sedang depresi, biasanya kemampuannya untuk mencapai ereksi atau orgasme menurun.
Lalu bagaimana dengan wanita? Siegel mengungkapkan, sebelumnya sulit untuk benar-benar memahami mengapa mereka lebih sulit mencapai klimaks. Namun dari review yang dilakukannya, Siegel akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa orgasme wanita ditentukan oleh posisi yang digunakan saat berhubungan.
Rupanya, kebanyakan wanita baru bisa merasakan orgasme jika stimulasi diberikan pada dinding vagina bagian depan. "Makin dekat klitoris dengan dinding vaginanya, makin besar peluang seorang wanita untuk mencapai klimaks," katanya.
Itu berarti posisi seks di mana dinding vagina bagian depan terstimulasi akan menjamin besarnya peluang orgasme, seperti 'cowgirl' atau 'women on top' dan 'missionary'. Sedangkan doggy style dianggap sebagai posisi seks terburuk bagi wanita untuk mendapatkan orgasme.
Sumber ; Detik.com
Tanpa Lepas Pakaian, Cara Ini Bisa Tambah Kualitas Hubungan Sex
Obatalamiabe.com - Demi meningkatkan kualitas hubungan seksual pasangan suami istri (pasutri), tak melulu harus dengan cara-cara yang berbau sex. Sebab, dengan cara yang lebih melibatkan ikatan emosional juga bisa bermanfaat bagi kehidupan ranjang Anda.
"Bisa diibaratkan menelanjangi sisi emosional Anda dan pasangan bisa berdampak pada hubungan fisik yaitu hubungan di ranjang yang lebih baik. Sehingga, penting sekali menggali hal yang belum Anda ketahui tentang pasangan, supaya Anda lebih dekat dan mengenal dia lebih dalam lagi," kata psikolog sekaligus pendiri The Institute for Life Coach Training, Dr Patrick Williams, EdD, MCC, BCC.
Menurut Pat, coba kenali apa yang Anda tidak tahu dari pasangan sebelumnya. Ia menekankan jangan terlalu yakin bahwa setiap hal menarik dari pasangan sudah Anda ketahui. Sebab, Pat yakin saat orang menjalin asmara, kebanyakan hanya sisi terbaik dirinya yang ditonjolkan.
Ketika ingin mengetahui segala sesuatu tentang pasangan, Anda pun harus siap dengan hal-hal yang mungkin di luar ekspektasi misalnya keinginan si dia serta masa lalunya. Dalam menggali sisi lain si dia, usahakan untuk terus merasa penasaran, tanyakan kelanjutkannya pada si dia, dan dengarkan.
Baca juga: Survei sebut posisi bercinta ini bikin Gairah Sex Meningkat
"Tapi ingat pula bahwa tiap orang memiliki taraf privacy yang berbeda-beda. Jika memang si dia belum mau membagi hal-hal seputar dirinya yang Anda tidak ketahui, tidak perlu memaksa. Tetap dengarkan ia dan tanyakan lagi lain waktu," kata Pat memberi saran, seperti dikutip dari Your Tango.
Selain menggali sisi lain dari pasangan, jangan lupakan bahwa Anda pun harus mencintai diri sendiri. Sebab, Pat yakin akan sulit mencintai orang lain jika Anda belum mencintai diri sendiri. Pat mengatakan menyediakan me time menjadi salah satu cara agar seseorang bisa mengenal dan mencintai dirinya sendiri dengan SEX.
Berusaha untuk memaafkan diri sendiri menurut Pat juga penting agar Anda bisa lebih mencintai diri sendiri. Dengan memaafkan diri sendiri minimal Anda tidak terlalu menyalahkan diri sendiri. Kemudian, ketika ada masalah yang dialamoi, Pat menyarankan untuk terbukalah dengan pasangan sehingga semua masalah tidak Anda atasi sendirian.
"Saat Anda hendak melepaskan pakaian satu sama lain untuk bercinta, secara emosional Anda sudah lebih terbuka dengan pasangan. Ingat, keterbukaan, kedekatan, dan kenyamanan dengan pasangan berperan penting agar Anda bisa menikmati sesi bercinta. Saya pun kerap menyarankan klien utnuk melakukan e-motion yakni energi motion di mana Anda tidak mengabaikan apa yang dirasakan. Akui perasaan itu, terima, ungkapkan, dan pindahkan energi itu ke arah yang benar," pungkas Pat.
Sumber : detik.com
![]() |
| Tanpa Lepas Pakaian, Cara Ini Bisa Tambah Kualitas Hubungan Sex |
"Bisa diibaratkan menelanjangi sisi emosional Anda dan pasangan bisa berdampak pada hubungan fisik yaitu hubungan di ranjang yang lebih baik. Sehingga, penting sekali menggali hal yang belum Anda ketahui tentang pasangan, supaya Anda lebih dekat dan mengenal dia lebih dalam lagi," kata psikolog sekaligus pendiri The Institute for Life Coach Training, Dr Patrick Williams, EdD, MCC, BCC.
Menurut Pat, coba kenali apa yang Anda tidak tahu dari pasangan sebelumnya. Ia menekankan jangan terlalu yakin bahwa setiap hal menarik dari pasangan sudah Anda ketahui. Sebab, Pat yakin saat orang menjalin asmara, kebanyakan hanya sisi terbaik dirinya yang ditonjolkan.
Ketika ingin mengetahui segala sesuatu tentang pasangan, Anda pun harus siap dengan hal-hal yang mungkin di luar ekspektasi misalnya keinginan si dia serta masa lalunya. Dalam menggali sisi lain si dia, usahakan untuk terus merasa penasaran, tanyakan kelanjutkannya pada si dia, dan dengarkan.
Baca juga: Survei sebut posisi bercinta ini bikin Gairah Sex Meningkat
"Tapi ingat pula bahwa tiap orang memiliki taraf privacy yang berbeda-beda. Jika memang si dia belum mau membagi hal-hal seputar dirinya yang Anda tidak ketahui, tidak perlu memaksa. Tetap dengarkan ia dan tanyakan lagi lain waktu," kata Pat memberi saran, seperti dikutip dari Your Tango.
Selain menggali sisi lain dari pasangan, jangan lupakan bahwa Anda pun harus mencintai diri sendiri. Sebab, Pat yakin akan sulit mencintai orang lain jika Anda belum mencintai diri sendiri. Pat mengatakan menyediakan me time menjadi salah satu cara agar seseorang bisa mengenal dan mencintai dirinya sendiri dengan SEX.
Berusaha untuk memaafkan diri sendiri menurut Pat juga penting agar Anda bisa lebih mencintai diri sendiri. Dengan memaafkan diri sendiri minimal Anda tidak terlalu menyalahkan diri sendiri. Kemudian, ketika ada masalah yang dialamoi, Pat menyarankan untuk terbukalah dengan pasangan sehingga semua masalah tidak Anda atasi sendirian.
"Saat Anda hendak melepaskan pakaian satu sama lain untuk bercinta, secara emosional Anda sudah lebih terbuka dengan pasangan. Ingat, keterbukaan, kedekatan, dan kenyamanan dengan pasangan berperan penting agar Anda bisa menikmati sesi bercinta. Saya pun kerap menyarankan klien utnuk melakukan e-motion yakni energi motion di mana Anda tidak mengabaikan apa yang dirasakan. Akui perasaan itu, terima, ungkapkan, dan pindahkan energi itu ke arah yang benar," pungkas Pat.
Sumber : detik.com
Wow Ini Beberapa Penyebab Wanita Sulit Mencapai Orgasme Saat Bercinta !
![]() |
| Wow Ini Beberapa Penyebab Wanita Sulit Mencapai Orgasme Saat Bercinta ! |
Sebuah penelitian dari Indiana University School of Medicine mengungkapkan penyebabnya sebenarnya adalah dari sisi mental wanita itu sendiri. Mengapa demikian?
Kemampuan seorang pria untuk mengalami orgasme datang dari tindakan penyeimbangan antara sistem saraf parasimpatik, yang mengontrol tubuh ketika sedang beristirahat, dan sistem saraf simpatik, yang memicu kontrol aktif.
Sementara pada wanita, segi psikisnya lebih memainkan peran penting. Salah seorang peneliti yang terlibat, Dr Elizabeth Emhardt, menuturkan bahwa aktivitas seksual bagi wanita tak sekadar hubungan fisik, tapi juga melibatkan berbagai aspek seperti kepercayaan diri, kemampuan untuk percaya pada pasangan, dan keterbukaan diri.
Baca juga: 5 hal sering dilakukan saat bercinta
Oleh sebab itu, sedikit saja psikis wanita terganggu saat aktivitas bercinta, misalnya karena adanya rasa ketidakpercayaan diri atau sedang ada masalah dengan pasangan, maka semakin kecil peluang wanita tersebut untuk bisa mencapai orgasme.
"Bagi wanita, orgasme adalah fenomena yang kompleks dan melibatkan psikologis, fisiologis, dan variasi anatomi. Bukan sekadar melakukan aktivitas fisik dengan pasangan," imbuh Emhardt, seperti dikutip dari Times of India.
Sementara itu, peneliti lainnya Dr Jason Siegel menuturkan bahwa orgasme wanita ditentukan oleh posisi yang digunakan saat berhubungan.
Rupanya, kebanyakan wanita baru bisa merasakan orgasme jika stimulasi diberikan pada dinding vagina bagian depan. "Makin dekat klitoris dengan dinding vaginanya, makin besar peluang seorang wanita untuk mencapai klimaks," katanya, seperti dikutip dari The Sun.
Itu berarti posisi seks di mana dinding vagina bagian depan terstimulasi akan menjamin besarnya peluang orgasme, seperti 'cowgirl' atau 'women on top' dan 'missionary'. Sedangkan doggy style dianggap sebagai posisi seks terburuk bagi wanita untuk mendapatkan orgasme.
sumber :http://health.detik.com
5 Hal Sering Dilakukan Saat Bercinta
![]() |
| 5 Hal Sering Dilakukan Saat Bercinta |
Surabaya - Bercinta seharusnya menjadi kegiatan menyenangkan penghilang stres bagi pasangan suami istri. Namun kadang sesuatu seperti suara atau cairan yang tak biasa ke luar saat sedang berhubungan intim, mungkin bisa membuat malu.
Meski sepintas memalukan, padahal kejadian-kejadian tersebut normal. Seperti dikutip detikHealth dari berbagai sumber, berikut 5 hal yang sebetulnya normal tapi kerap membuat orang malu saat bercinta:
1. Kentut vagina
Kadang vagina juga bisa mengeluarkan suara seperti kentut. Hal ini dikatakan oleh ahli kandungan Dr Mary Jane Minkin dari Yale Medical School karena ada udara yang terperangkap di dalam vagina lalu kemudian terdorong keluar.
Hal ini normal terjadi pada semua wanita, terutama saat sedang olahraga. Minkin mengatakan pada ibu yang baru melahirkan kentut vagina ini juga bisa terjadi lebih sering.
2. Pipis
Pria atau wanita, terkadang saat bercinta kandung kemihnya dapat alami kejang atau kontraksi spontan yang berujung pada kejadian pipis yang tak bisa dikendalikan. Pada wanita hal ini oleh beberapa studi diasosiasikan seperti pengganti ejakulasi.
Sekitar 75 persen kejadian pipis tak terkendali ini berkaitan dengan aktivitas bercinta tapi kadang bisa juga karena adanya infeksi saluran kemih.
3. Muntah saat seks oral
Adalah kesalahpahaman bila mengira seorang wanita harus menelan seluruh penis ke mulut ketika melakukan seks oral. Konsultan seks Ian Kerner mengatakan objek apa pun yang masuk terlalu dalam ke belakang lidah, langit-langit mulut, terutama tenggorokan dapat memicu kontraksi otot yang membuat orang ingin muntah.
Kerner memberi saran lakukan oral sewajarnya saja atau bila perlu gunakan tangan untuk memegang batang penis sehingga menimbulkan ilusi seluruh bagian penis ada di mulut.
"Refleks muntah ini akan hilang ketika orang yang melakukan oral menyukainya sama seperti orang yang sedang dioral," kata Kerner.
4. Disfungsi ereksi
Kesulitan mempertahankan ereksi adalah masalah utama yang bisa dihadapi oleh pria terkait kehidupan seks. Namun perlu diketahui kadang ini adalah hal yang masih wajar bila sesekali terjadi.
Penyebabnya bisa karena kondisi fisik atau mental sang pria yang memang sedang tidak fit. Komunikasi dengan pasangan adalah kunci utama untuk mengatasinya.
5. Menangis
Kadang karena saking menyenangkannya, seks bisa membuat seseorang menangis seperti dikatakan oleh Dr Debby Herbenick dari Indiana University. Tangisan ini berbeda dari tangisan karena sedih dan biasanya terjadi pada pasangan yang hubungan emosinya dekat.
Terkait hal tersebut peneliti William Hartman dan Marilyn Fithian mengatakan bisa juga terjadi karena respons fisiologis. Ketika saraf yang ada di vagina distimulasi sinyal yang dikirim dapat menjalar ke batang otak melalui saraf vagus.
Nah saat sinyal menjalar itulah kadang dapat sampai ke area yang mengontrol emosi.
sumber : http://health.detik.com
Heboh Ditemukan, Rahasia Orgasme untuk Pria dan Wanita
![]() |
| Heboh Ditemukan, Rahasia Orgasme untuk Pria dan Wanita |
Obatalamiabe.com - Tidak sedikit orang mengira orgasme itu bergantung pada rasa percaya diri, ukuran penis atau kecakapan di tempat tidur yang menentukan klimaks saat berhubungan. Ternyata riset menemukan tidak seperti itu.
Ilmuwan menemukan bahwa orgasme itu ternyata amat bergantung pada anatomi. Hal ini tentu tak bisa dikontrol oleh si pemilik tubuh. Bagi pria, sinyal-sinyal antara otak, tulang belakang dan penis harus berfungsi dengan benar.
Untuk wanita, migrasi klitoris sewaktu bercinta menentukan apakah hubungan seks dapat mencapai puncak.
Peneliti Dr Jason Siegel dari Mayo Clinic mengatakan,"Hal ini memberi kita dasar ilmiah dan anatomi mengapa kita tidak mencapai orgasme daripada sekedar ukuran penis dan letak G-spot."
Tim peneliti dari Mayo Clinic dan Indiana University School of Medicine menganalisa studi-studi sebelumnya mengenai anatomi seksual dan neurologi untuk melihat bila faktor keturunan menentukan orgasme.
"Ketika berhubungan dengan anatomi pria, masyarakat berfokus pada ukuran penis tetapi itu ternyata lebih bersifat anekdot," kata Siegel.
Ilmuwan menemukan kemampuan pria untuk orgasme amat bergantung pada sistem sarafnya. Seharusnya ada keseimbangan antara sistem saraf parasimpatik yang mengontrol tubuh saat istirahat dan sistem saraf simpatik yang mengontrol respon 'bertempur atau lari'.
Dengan kata lain, kinerja penis terletak pada respon refleks. Informasi sensorik itu diproses di tulang belakang dan otak kemudian diterima penis. Kemudian ujungnya, tulang belakang dan otak memberi perintah penis apa yang dilakukan selanjutnya.
Ilmuwan menemukan reaksi refleks berakar pada dua cabang. Di satu cabang adalah sisi psikologis. Ini terjadi ketika pria menonton pornografi atau terstimulasi secara visual. Di cabang lain, lebih ke stimulasi penis.
"Dari dua hal tersebut, yang paling sering gagal adalah psikologis," kata Siegel.
Cedera tulang belakang dapat mempengaruhi reaksi reflek sehingga membuat pria sulit menerima sinyal yang membuat mereka mengalami orgasme.
Sama halnya, masalah psikologis di otak seperti depresi membuat reflek lebih sulit untuk terjadi. Oleh karena itu, pria yang mengalami masalah ereksi, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mencari tahu apakah mereka mengalami masalah psikologis atau fisik. Demikian saran para peneliti.
Studi yang diterbitkan di jurnal Clinical Anatomy juga menemukan bahwa bagi wanita, pengalaman orgasme jauh lebih rumit. Studi sebelumnya meneliti di bawah mikroskop dinding vaginal untuk melihat adakah posisi seragam saraf-saraf tertentu. Tetapi hasilnya ternyata 'tidak konsisten'.
Siegel mengatakan,"Hal yang lebih konsisten bahwa klitoris selama berhubungan seks cenderung berpindah ke atas menuju dinding vagina." Semakin dekat klitoris dekat dinding vagina selama berhubungan, semakin dekat wanita mencapai orgasme.
Periset mencatat MRI pasangan-pasangan selama berhubungan seks dalam sebuah penelitian di Eropa. Studi ini menemukan empat posisi seks berbeda dapat menstimulasi dinding vagina dengan cara berbeda pula. Misalnya, posisi doggy style tidak ditemukan menstimulasi dinding vagina sebanyak posisi missionary atau cowgirl. Sudut paling ideal untuk stimulasi dinding vagina adalah 30 hingga 45 derajat.
"Bila seorang wanita mencoba mencapai orgasme, tampaknya akan lebih sukses jika dinding vagina depan lebih distimulasi," kata Dr Siegel.
Studi ini tidak menggali terapi potensial untuk perbedaan anatomi ini. Tetapi riset ini mencari komponen berbeda yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk orgasme.
"Hal ini memberi gambaran lebih akurat mengapa sejumlah orang tidak menikmati seks seperti yang diinginkan," imbuhnya.
"Jika kita mulai mengidentifikasi alasan-alasan mengapa orang tak mendapat orgasme, hal itu memberi pasien sedikit harapan. Bila mereka berkonsultasi ke dokter, mereka dapat didiagnosa dan mendapat pertolongan," tegasnya.
Sumber : http://health.kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)






